Assalamualaikum Wr. Wb
Suatu waktu, di awal semester 3. Ada yang tak biasa dalam perkuliahan, karena mata kuliah yang diampu oleh dosen yang terkenal. Awalnya saya berpendapat bahwa beliau adalah dosen yang biasa-biasa saja. Tampilannya pun sederhana. Beliau selalu membawa buku kemana pun dia pergi. Dengan gaya yang khas, seseorang dapat mengenalinya dengan mudah walaupun dari jarak yang jauh.
Suatu ketika, pada pertemuan perdana dalam perkuliahan. Beliau sudah berada di kelas, padahal belum saatnya perkulihan dimulai. "tok tok tok", aku membuka pintu. "Boleh saya masuk pak?", "Silahkan", beliau tersenyum. Pukul 10.35 saya masuk ke ruangan kelas, seharusnya kelas dimulai pukul 10.40. Artinya saya ngga terlambat. Namun, beliau memandang saya seakan-akan saya datang terlambat. Entah jamku yang telat, ataukah Jam tangan beliau yang terlalu cepat.
"Di Jepang, orang-orang sangat menghormati waktu. Ketika saya kuliah di Amerika, mahasiswa yang telat 1 menit, harus mengulang tahun depat". Beliau mulai memberikan materi perkuliahan.
Sontak, saya merasa tersinggung. Kemudian saya mengangkat tangan. "Excuse me Sir, Our class begin at 10.40 AM. and I'm not late Sir". Nadaku gemetar. Berani-beraninya aku ngomong bahasa Inggris, padahal ngga bisa. Aku berpikir bahwa pertemuan pertama akan menentukan pertemuan-pertemuan selanjutnya. Jika aku gagal diawal, maka seterusnya aku akan gagal. Jika diawal aku bagus, kemungkinan untuk gagal diakhir sangat sedikit.
Setelah saya berbicara dengan bahasa Inggris dengan nada sedikit gemetar, beliau mulai menanggapinya. "Oke bagus. Saya hanya berbicara tentang negeri yang lain. Bukan kamu", beliau menjawab. Deng deng deng..... ternyata tebakanku melenceng jauh. Beliau tidak menyindir saya yang datang terlambat. :)
Semester 3: Awal Aku Bermimpi
Allah SWT memang punya rencana yang indah bagi hamba-hambanya. Saya sangat amat bersyukur bertemu dengan beliau. Guru sekaligus orang tua bagiku, namanya Prof. Dr. Husain Haikal. Beliau selalu menyuguhi materi yang berbeda dari dosen-dosen yang lainnya. Pemikiran beliau sangat jauh kedepan, hingga saya pun merasa kesulitan untuk mengikutinya.
Pernah suatu hari dalam perkuliahan, beliau meminta kita untuk menulis cita-cita yang ingin digapai. Sontak aku berpikir, "Apa sebenarnya yang aku cari selama ini?", "Apakah hanya kuliah, lalu lulus, cari kerja, nikah?", Oh My God.. Dari situlah, Aku mulai berpikir. Bermimpi setinggi-tingginya. dan bertanya-tanya tiada henti. Selang beberapa menit, semua teman-temanku sepertinya sudah mulai mempunyai ide untuk mimpi-mimpi mereka. Namun, waktu sudah habis untuk perkuliahan. Akhirnya, tugas tersebut untuk minggu depan.
"I want to sleep, but I'm always thinking, I can't".. Ya allah aku ingin tidur, tapi otakku selalu berpikir. Aku benar-benar takut dengan masa depanku. Mau jadi apa saya ini? Guru? Pegawai? Karyawan? atau Pengagguran? Sungguh menyiksa. Berpikir berpikir dan berpikir. Inspirasi datang, "Tiada kata Terlambat! Aku bisa mulai dari awal"..
Bersambung
Friday, January 15, 2016
Friday, January 8, 2016
SINGAPORE: Negeri 1001 Aturan
Hhaaiii fans . . . :) Aku kembali lagi, "shasi muridhana?" (Bahasa apa lagi itu.. :D ), artinya sudah lama ngga jumpa.. :)
Jadi kemarin itu, aku berkesempatan jalan-jalan ke Singapura. Alhamdulillah terimakasih ya Allah, mimpi untuk pergi ke luar negeri akhirnya terwujud. Kata orang, singapura terkenal dengan julukan Negeri 1001 Aturan. Aahh Singapore! Satu kata untukmu "KEREN!"..
Ting tong ting tong suara HP berderig (Anggap saja SMS masuk, :v), aku mulai membuka SMS tersebut. Dengan jelas aku membaca "PENGUMUMAN SELEKSI PPM-LN SINGAPURA dapat dilihat di wibsite UNY". Aku cepat-cepat pergi ke Warnet dan melihat isi pengumumanya.
Ssswwwiiinnngg Angin berhembus. Mataku berkaca-kaca.
Hari kamis, tanggal 1 Oktober 2015 menjadi hari yang penting karena pada hari itu diumumkan siapa saja yang berhak mengikuti PPM-LN (Progam Pengayaan Mengajar-Luar Negeri) di Singapura. Masih ingat diingatanku, salah seorang teman menyodorkan famplet progam tersebut pada akhir bulan Agustus dengan berkata "ayoo zi.. daftar!! kamu pasti bisa". Kemudian aku jawab, wah syarat skor TOEFLnya sulit, aku pasti tertolak. Dia menjawab lagi, "NGGAK, kamu pasti bisa! Besok langsung tes TOEFL di tempat kursus. Cuma 450, masa kamu ngga bisa?". aku jawab, "hhhmmm... aku ngga punya uang buat ikut tes",, "Aku utangin dulu deh", Jawabnya.
Aku pun ngebut belajar TOEFL, dengan bermodal buku TOEFL yang aku beli di toko social agency, aku pun mulai mempelajarinya. dan tak jarang aku tanya kepada teman-teman tentang ini dan itu. Masih ingat, aku bertanya kepada Mas Ayip dan Mba Dwis dari jurusan Sastra Inggris. Oh God, mereka keren banget! bisa jawab dengan cepat soal grammar Toefl. Aku berhutang banyak dengan mereka.
Keesokan harinya, aku pun dipinjami uang oleh temanku dan ikut tes di Swift English School, Seloka Mataram, Yogyakarta. Kira-kira 2 jam mengikuti tes Toefl. Untuk melihat hasil tes Toefl aku harus menunggu satu hari setelah tes. Menunggu adalah hal yang sangat menyebalkan bagiku. Dag dig dug jerrr... aku ngga bisa tidur! gara-gara mikirin score Toefl besok. aaaaakkkkk
Esok hari, aku pun pergi Swift, tempat tes toefl. Dan meminta score Toefl-ku.. Jjjreennnnggg 425!!
Ngga nyampe.. dan akupun merenung. tinggal 4 hari lagi batas maksimal untuk mendaftar progam PPM-LN. Sambil merenung, aku berkata "Besok harus Tes lagi!!". Maklum, persyaratan untuk mendaftar tingal score TOEFL saja. Surat Rekomendasi dari Dosen sudah, Surat keterangan sehat, Surat keterangan Lulus PPL sudah. Pokoknya sudah semua, tinggal TOEFL. Ya allah, semoga bisa sampe score -ku.
Esok hari pun, aku mencoba tes lagi di Swift. Swif English School membuka Tes Toefl setiap harinya. Dengan waktu yang sama, 2 jam aku mengerjakan tes toefl. dari Listening, Structure, Writing, dan Reading. Aahhh memang sulit. Sudahlah, aku ikhlas. Jika memang ini tidak berhasil, maka ini adalah yang terbaik untukku.
Kesokan harinya, aku pun mengambil sertifikat Toefl dan melihat Score-nya. Tttaaarrrr 450 Pas! Ya allah, Terimakasih banyak. Aku bisa! aku bisa! walaupun score Toeflnya tidak seberapa, tapi aku bisa ikut seleksi PPM-LN. Setelah itu, aku mengumpul berkas-berkas yang sudah aku siapkan dulu. Kini tinggal dikumpulkan di KUIK (Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan) UNY. Yaps.. Tahap pertama selesai. Tinggal menunggu pengumuman seleksi berkas. Aku meminta restu kepada Umi, Abah dan Kakak untuk kelancaranku.
(Bersambung)
Jadi kemarin itu, aku berkesempatan jalan-jalan ke Singapura. Alhamdulillah terimakasih ya Allah, mimpi untuk pergi ke luar negeri akhirnya terwujud. Kata orang, singapura terkenal dengan julukan Negeri 1001 Aturan. Aahh Singapore! Satu kata untukmu "KEREN!"..
Ting tong ting tong suara HP berderig (Anggap saja SMS masuk, :v), aku mulai membuka SMS tersebut. Dengan jelas aku membaca "PENGUMUMAN SELEKSI PPM-LN SINGAPURA dapat dilihat di wibsite UNY". Aku cepat-cepat pergi ke Warnet dan melihat isi pengumumanya.
Ssswwwiiinnngg Angin berhembus. Mataku berkaca-kaca.
Hari kamis, tanggal 1 Oktober 2015 menjadi hari yang penting karena pada hari itu diumumkan siapa saja yang berhak mengikuti PPM-LN (Progam Pengayaan Mengajar-Luar Negeri) di Singapura. Masih ingat diingatanku, salah seorang teman menyodorkan famplet progam tersebut pada akhir bulan Agustus dengan berkata "ayoo zi.. daftar!! kamu pasti bisa". Kemudian aku jawab, wah syarat skor TOEFLnya sulit, aku pasti tertolak. Dia menjawab lagi, "NGGAK, kamu pasti bisa! Besok langsung tes TOEFL di tempat kursus. Cuma 450, masa kamu ngga bisa?". aku jawab, "hhhmmm... aku ngga punya uang buat ikut tes",, "Aku utangin dulu deh", Jawabnya.
Aku pun ngebut belajar TOEFL, dengan bermodal buku TOEFL yang aku beli di toko social agency, aku pun mulai mempelajarinya. dan tak jarang aku tanya kepada teman-teman tentang ini dan itu. Masih ingat, aku bertanya kepada Mas Ayip dan Mba Dwis dari jurusan Sastra Inggris. Oh God, mereka keren banget! bisa jawab dengan cepat soal grammar Toefl. Aku berhutang banyak dengan mereka.
Keesokan harinya, aku pun dipinjami uang oleh temanku dan ikut tes di Swift English School, Seloka Mataram, Yogyakarta. Kira-kira 2 jam mengikuti tes Toefl. Untuk melihat hasil tes Toefl aku harus menunggu satu hari setelah tes. Menunggu adalah hal yang sangat menyebalkan bagiku. Dag dig dug jerrr... aku ngga bisa tidur! gara-gara mikirin score Toefl besok. aaaaakkkkk
Esok hari, aku pun pergi Swift, tempat tes toefl. Dan meminta score Toefl-ku.. Jjjreennnnggg 425!!
Ngga nyampe.. dan akupun merenung. tinggal 4 hari lagi batas maksimal untuk mendaftar progam PPM-LN. Sambil merenung, aku berkata "Besok harus Tes lagi!!". Maklum, persyaratan untuk mendaftar tingal score TOEFL saja. Surat Rekomendasi dari Dosen sudah, Surat keterangan sehat, Surat keterangan Lulus PPL sudah. Pokoknya sudah semua, tinggal TOEFL. Ya allah, semoga bisa sampe score -ku.
Esok hari pun, aku mencoba tes lagi di Swift. Swif English School membuka Tes Toefl setiap harinya. Dengan waktu yang sama, 2 jam aku mengerjakan tes toefl. dari Listening, Structure, Writing, dan Reading. Aahhh memang sulit. Sudahlah, aku ikhlas. Jika memang ini tidak berhasil, maka ini adalah yang terbaik untukku.
Kesokan harinya, aku pun mengambil sertifikat Toefl dan melihat Score-nya. Tttaaarrrr 450 Pas! Ya allah, Terimakasih banyak. Aku bisa! aku bisa! walaupun score Toeflnya tidak seberapa, tapi aku bisa ikut seleksi PPM-LN. Setelah itu, aku mengumpul berkas-berkas yang sudah aku siapkan dulu. Kini tinggal dikumpulkan di KUIK (Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan) UNY. Yaps.. Tahap pertama selesai. Tinggal menunggu pengumuman seleksi berkas. Aku meminta restu kepada Umi, Abah dan Kakak untuk kelancaranku.
(Bersambung)
Subscribe to:
Comments (Atom)