Friday, January 15, 2016

Namanya Prof. Husain Haikal

Assalamualaikum Wr. Wb

Suatu waktu, di awal semester 3. Ada yang tak biasa dalam perkuliahan, karena mata kuliah yang diampu oleh dosen yang terkenal. Awalnya saya berpendapat bahwa beliau adalah dosen yang biasa-biasa saja. Tampilannya pun sederhana. Beliau selalu membawa buku kemana pun dia pergi. Dengan gaya yang khas, seseorang dapat mengenalinya dengan mudah walaupun dari jarak yang jauh.

Suatu ketika, pada pertemuan perdana dalam perkuliahan. Beliau sudah berada di kelas, padahal belum saatnya perkulihan dimulai. "tok tok tok", aku membuka pintu. "Boleh saya masuk pak?", "Silahkan", beliau tersenyum. Pukul 10.35 saya masuk ke ruangan kelas, seharusnya kelas dimulai pukul 10.40. Artinya saya ngga terlambat. Namun, beliau memandang saya seakan-akan saya datang terlambat. Entah jamku yang telat, ataukah Jam tangan beliau yang terlalu cepat.
"Di Jepang, orang-orang sangat menghormati waktu. Ketika saya kuliah di Amerika, mahasiswa yang telat 1 menit, harus mengulang tahun depat". Beliau mulai memberikan materi perkuliahan.

Sontak, saya merasa tersinggung. Kemudian saya mengangkat tangan. "Excuse me Sir, Our class begin at 10.40 AM. and I'm not late Sir". Nadaku gemetar. Berani-beraninya aku ngomong bahasa Inggris, padahal ngga bisa. Aku berpikir bahwa pertemuan pertama akan menentukan pertemuan-pertemuan selanjutnya. Jika aku gagal diawal, maka seterusnya aku akan gagal. Jika diawal aku bagus, kemungkinan untuk gagal diakhir sangat sedikit.

Setelah saya berbicara dengan bahasa Inggris dengan nada sedikit gemetar, beliau mulai menanggapinya. "Oke bagus. Saya hanya berbicara tentang negeri yang lain. Bukan kamu", beliau menjawab. Deng deng deng..... ternyata tebakanku melenceng jauh. Beliau tidak menyindir saya yang datang terlambat. :)

Semester 3: Awal Aku Bermimpi

Allah SWT memang punya rencana yang indah bagi hamba-hambanya. Saya sangat amat bersyukur bertemu dengan beliau. Guru sekaligus orang tua bagiku, namanya Prof. Dr. Husain Haikal. Beliau selalu menyuguhi materi yang berbeda dari dosen-dosen yang lainnya. Pemikiran beliau sangat jauh kedepan, hingga saya pun merasa kesulitan untuk mengikutinya.

Pernah suatu hari dalam perkuliahan, beliau meminta kita untuk menulis cita-cita yang ingin digapai. Sontak aku berpikir, "Apa sebenarnya yang aku cari selama ini?", "Apakah hanya kuliah, lalu lulus, cari kerja, nikah?", Oh My God.. Dari situlah, Aku mulai berpikir. Bermimpi setinggi-tingginya. dan bertanya-tanya tiada henti. Selang beberapa menit, semua teman-temanku sepertinya sudah mulai mempunyai ide untuk mimpi-mimpi mereka. Namun, waktu sudah habis untuk perkuliahan. Akhirnya, tugas tersebut untuk minggu depan.

"I want to sleep, but I'm always thinking, I can't".. Ya allah aku ingin tidur, tapi otakku selalu berpikir. Aku benar-benar takut dengan masa depanku. Mau jadi apa saya ini? Guru? Pegawai? Karyawan? atau Pengagguran? Sungguh menyiksa. Berpikir berpikir dan berpikir. Inspirasi datang, "Tiada kata Terlambat! Aku bisa mulai dari awal"..

Bersambung

 

No comments:

Post a Comment